
Bayung Lencir, 22 Juni 2026 – Dalam rangka memperingati bulan Suro atau bulan Muharam 1448 H, warga RT 18 Dusun Sri Makmur, Kelurahan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menggelar pagelaran wayang kulit sebagai warisan budaya leluhur. Acara dipimpin langsung oleh Bapak Sugito dan berlangsung khidmat serta penuh kebersamaan .
Kegiatan yang dilaksanakan Senin malam ini bertujuan melestarikan tradisi, mempererat silaturahmi, serta memanjatkan doa bersama memohon keselamatan, kedamaian, dan keberkahan di awal tahun Hijriah. Wayang kulit dipilih bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penyampaian nilai luhur, etika, dan kearifan lokal kepada generasi muda.
Hadir menyaksikan: Lurah Bayung Lencir Bapak Siwaludin, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai lingkungan. Dalam sambutannya, Lurah Siwaludin menyampaikan apresiasi tinggi:
“Saya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini. Wayang kulit adalah identitas budaya kita. Mempertahankannya berarti menjaga jati diri dan persatuan. Semoga tradisi ini terus hidup dan membawa manfaat bagi kita semua,” ujarnya.
Ketua pelaksana Bapak Sugito menambahkan, acara ini bentuk syukur dan komitmen agar budaya leluhur tidak punah. “Semoga lakon yang dibawakan mengandung pesan kebaikan dan menjadi perekat antarwarga,” katanya.
Pagelaran berlangsung khidmat diiringi gamelan, menarik perhatian penonton lintas usia. Diharapkan semangat melestarikan adat terus terjaga di tengah perkembangan zaman.
Ditulis oleh: Tim Liputan media MNTV Sumsel
Nara sumber: saleh efendi
Penerbit : Yudi susanto






