LMND & PPN Tangsel Soroti Pungli UMKM, Parkir Liar, dan Peredaran Miras Ilegal*

*Tangerang Selatan*MitraNegaramntv.com. – Eksekutif Kota Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EK LMND) Tangerang Selatan bersama Pergerakan Pemuda Nasional (PPN) Tangerang Selatan menyuarakan tiga isu krusial yang dinilai merusak keadilan dan ketertiban di Kota Tangerang Selatan.

 

Pada 18/5/2025 Sudah menjelaskan bahwa Dan turun langsung ke Kantor Wali Kota Tanggerang dengan membawa Simbol dan api semangat perjuangan.

 

Melalui gerakan “Barisan Muda Revolusi Tangerang Selatan”, LMND dan PPN menyoroti lemahnya penegakan aturan serta maraknya praktik pungli yang langsung berdampak pada masyarakat kecil dan pelaku usaha lokal.

 

*Isu yang dibawa LMND & PPN Tangsel:*

 

*1. Pungli UMKM oleh Oknum Satpol PP*

LMND dan PPN menemukan adanya laporan dugaan intimidasi dan pungutan liar terhadap pedagang kecil. Praktik ini dinilai menghambat pemulihan ekonomi lokal dan mencederai rasa keadilan masyarakat.

 

*2. Parkir Liar dan Pelanggaran Jam Operasional Mobil Barang*

Lemahnya pengawasan Dinas Perhubungan terhadap kantong parkir liar dan pelanggaran jam operasional mobil barang menjadi sorotan. LMND & PPN menilai kondisi ini memicu kemacetan, kecelakaan, serta kebocoran Pendapatan Asli Daerah akibat dikelolanya parkir oleh premanisme dan oknum tidak bertanggung jawab.

 

*3. Peredaran Alkohol Ilegal*

LMND dan PPN menyoroti lemahnya penegakan Perda oleh Disperindag dan Satpol PP terhadap penjualan minuman beralkohol yang tidak sesuai klasifikasi dan lokasi yang diatur undang-undang. Hal ini dinilai mengancam moralitas generasi muda Tangerang Selatan.

 

Atas temuan tersebut, LMND dan PPN Tangsel mendesak Walikota Tangerang Selatan untuk segera mengambil langkah tegas: mengevaluasi dan memberhentikan pejabat yang tidak becus, menindak oknum yang melakukan pungli, mereformasi birokrasi Satpol PP agar lebih humanis, serta menertibkan parkir liar dan peredaran miras ilegal secara konsisten.

 

LMND dan PPN menegaskan, jika Walikota tidak mampu menertibkan dan mendisiplinkan jajarannya, maka mundur dari jabatan adalah pilihan yang bermartabat.

 

Gerakan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral pemuda untuk memastikan Tangerang Selatan dikelola dengan bersih, adil, dan berpihak pada rakyat kecil.

( Srianto.)