Kalimantan tengah, mitranegaragpri-ak.com- melanjuti laporan terkait indikasi pungli yang mana Oknum kades midel desa rantau asem kecamatan katingan tengah kabupaten katingan yang telah meresahkan masyarakat miskin rakyat kecil dari (45)empat puluh limah orang warga desa rantau asem yang sudah menjadi korban pungli yang mana dapat diketahui bahwah diduga Oknum kades Midel lah sebagai otak pelaku kejahatan, Sehingga dilaporkan di Polres katingan oleh Hernimos Ketua Dewan Pimpinan Cabang DPC Lembaga GPRI-AK, Serta di dampingi Oleh indra irawan Kordinator wilayah media mitra negara Korwil kalimantan tengah(01/03/2023)

Adapun dari Tim satuan Polres katingan yang terjun ke TKP di desa rantau asem Muriyadi kanit Tipikor beserta anggota polres katingan yang lainnya melakukan pembuktian kelapangan langsung yang mana guna untuk menindaklanjuti Laporan dari Lembaga GPRI-AK, saat Elanto dipanggil dikantor desa rantau asem bersama Rinanci dan Anton mereka bertiga sempat dipertanyakan terkait bangunan sumur bor yang tidak dapat digunakan azas manfaat nya serta terjadinya pristiwah dengan adanya pungutan dana saat pembuatan sumur bor di desa rantau asem, laluh dijelaskan oleh Elanto iya semuanya itu benar bahwah saya ada dibebankan dana waktu pembuatan sumur bor kami harus menyiapkan belik bensin sebanyak 5 liter dengan pakai dana pribadi masing masing sebut Elanto saat memberikan keterangan dikantor desa sekira pukul 15 wib dihadapan Oknum kades Midel yang di dampingi oleh pengacara Sukah,i.nyahu,SH waktu ditanya oleh pihak Tim satuan Polres katingan Ujarnya Elanto
Disisi lain Heriyanto Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DPW Gerakan Persatuan Rakyat indonesia Anti Korupsi GPRI-AK, Angkat bicara sungguh aneh tapi nyata saat pengecekan dalam pembuktian sumur bor yang mangkrak pihak Ketua BPD desa rantau asem Nikran serta di dampingi oleh beberapa pendamping desa lainnya diantaranya Fahrudin, dan linmas desa rantau asem Tupik juga Roni dan jaya Seperti bahasa yang dilontarkan oleh Ketua DPW Lembaga GPRI-AK malah terbalik seribuh derajat Oknum kepala desa nya Midel hanya mondar mandir di kantor desa, doang di duga Oknum kades uda kalah maluh kepada masyarakat dikarenakan kedok nya uda mulai terbongkar tutupnya
Bersambung ( Irawan )






