Salah satu oknum TNI Diduga Jadi Bos Mafia BBM di Labuhanbatu, Warga Desak Denpom Bertindak Tegas.

Labuhanbatu – MitraNegaramntv.commendesak Denpom I/I Pematangsiantar dan Subdenpom Rantauprapat untuk segera membongkar jaringan mafia yang diduga melibatkan salah satu oknum anggota TNI berinisial EK.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Selasa (12/may/2026), EK yang diketahui bertugas di luar wilayah Labuhanbatu, diduga kuat menjadi aktor utama penimbunan BBM bersubsidi di SPBU Simpang Mangga No 14.214.280. Rantauprapat.

 

Modus yang digunakan adalah dengan mengoperasikan mobil Kijang Kapsul berwarna hijau yang plat nomornya diduga kerap berganti. Kendaraan tersebut dilaporkan keluar-masuk SPBU untuk mengangkut hingga 2 ton BBM subsidi setiap malamnya

 

Keresahan warga memuncak karena aktivitas ilegal ini memicu kelangkaan BBM bagi masyarakat kecil.

“Kami masyarakat kecil susah payah beli BBM subsidi, sering kosong. Tapi oknum ini bisa dapat tonan tiap malam. Di mana hukum kita?” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

 

Warga juga menyoroti sikap terduga pelaku yang terkesan kebal hukum. Meskipun operasi ini sudah berlangsung lama dan dilakukan secara terang-terangan, hingga kini belum ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum Labuhanbatu.

 

Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Subdenpom Rantauprapat dan Kapolres Labuhanbatu untuk:

– Menindak Tegas: Menangkap oknum EK dan membongkar seluruh jaringan distribusinya.

– Transparansi: Membuktikan bahwa hukum tidak “tumpul ke atas” meskipun melibatkan oknum aparat.

 

– Pengawasan SPBU: Memperketat pengawasan di SPBU Simpang Mangga agar pendistribusian BBM subsidi tepat sasaran.

 

Secara hukum, praktik penimbunan BBM bersubsidi merupakan pelanggaran berat terhadap Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pelaku dapat dijerat pidana penjara serta denda material yang besar. Jika terbukti melibatkan anggota militer, maka proses hukum melalui peradilan militer diharapkan dapat memberikan efek jera.

 

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Labuhanbatu masih menunggu langkah nyata dari pihak berwenang untuk menertibkan mafia BBM yang merugikan negara dan rakyat kecil tersebut.

Ditempat terpisah awak media ini saat konfirmasi terhadap inisial EK melalui seluler dan di WA tidak di angkat dan tidak di balas pada hari Rabu tanggal 13 may 2023 pukul 12.30wib .Sampai berita ini di kirim ke meja Redaksi.

 

(DR .Rangkuti)